Subah, 6 Juni 2022. Stunting adalah kondisi anak tingginya tidak sesuai bila dibandingkan anak seusianya. Menurut situs Alodokter.com stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

DATA STUNTING SUBAH
 
NoNamaJKAlamatBB/UTB/UBB/TB
1ZASKIA VLODIA PUTRI REMBA KEDOKOK NormalPendekGizi Baik
2DARA SUBAH KurangPendekGizi Baik
3AMSAL AMANDA SUBAH NormalPendekGizi Baik
4VERA SUBAH NormalPendekGizi Baik
5NAYLA SUBAH KurangPendekGizi Kurang
6LARASYA SUBAH KurangPendekGizi Baik
7S. AISYH FILANDA DUSUN REMBA KEDOKOK NormalPendekGizi Baik
8RAPIA VIONA REMBA KEDOKOK KurangPendekGizi Baik
9RIKALDO AWON REMBA KEDOKOK NormalPendekGizi Baik
10ANDRE SAPUTRA PULAU LEGOH NormalPendekGizi Baik
11HANDRI PULAU LEGOH NormalPendekRisiko Gizi Lebih
12NOVEN ALBERT PULAU LEGOH NormalPendekGizi Lebih
13FUKUNDUS DILAN REMBA HULU NormalSangat PendekGizi Baik
14MARTINUS WAWANLTELABANGKurangSangat PendekGizi Baik
15HELENA MEI-MEIPTERENTANGKurangPendekGizi Baik
16SWARDA PUTRIPTERENTANGKurangPendekGizi Baik
17AYEN SUMARNIPTELABANGNormalPendekResiko Gizi Lebih
18FAUZALTELABANGKurangSangat PendekGizi Baik
19LEONARDUS SEPTIANILTERENTANGNormalPendekGizi Baik
20SEPTIANA NATASYA AURELIAPTERENTANGKurangPendekGizi Baik

Penyebab Stunting pada Anak

  1. Kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan
  2. Masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui, atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi.
  3. Kebersihan lingkungan yang buruk, sehingga anak sering terkena infeksi.
  4. Pola asuh yang kurang baik
  5. kondisi ibu yang masih terlalu muda, atau jarak antar kehamilan terlalu dekat.

Ciri-Ciri Anak Mengalami Stunting

  1. Perawakan anak yang kerdil saat mencapai usia 2 tahun, atau lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya dengan jenis kelamin yang sama.
  2. Anak terlihat kurus. Walaupun terlihat pendek dan kurus, tubuh anak tetap proporsional.

Dampak Stunting

  1. Gangguan pertumbuhan, stunting pada anak juga memengaruhi perkembangannya.
  2. Mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, dan kesulitan dalam belajar.
  3. Anak akan sulit mendapatkan pekerjaan ketika dewasa.
  4. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga lebih mudah sakit, terutama akibat penyakit infeksi.
  5. Lebih lama sembuh ketika sakit.
  6. Jika stunting berlanjut jangka panjang terhadap kesehatan anak. Setelah dewasa, anak akan rentan mengalami penyakit diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Mencegah Stunting pada Anak

  1. Penuhi kecukupan nutrisi ibu selama kehamilan dan menyusui, terutama zat besi, asam folat, dan yodium.
  2. Lakukan inisiasi menyusui dini dan memberikan ASI eksklusif.
  3. Lengkapi pengetahuan mengenai MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang baik dan menerapkannya. 
  4. Pemberian suplemen gizi tambahan untuk menambah tinggi badan anak.
  5. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air, terutama sebelum menyiapkan makanan dan setelah buang air besar atau buang air kecil.
  6. Meminum air yang terjamin kebersihannya, dan mencuci peralatan makan dengan sabun cuci piring.
  7. Periksa Si Kecil ke Posyandu atau Puskesmas secara rutin, dianjurkan untuk dilakukan setiap bulan bagi anak berusia di bawah 1 tahun, dan setiap 3 bulan bagi anak berusia 1-2 tahun.